Dalam rangka menyongsong MUNAS VII PP FSP RTMM-SPSI, Pimpinan Pusat FSP RTMM-SPSI menggelar Forum Konsolidasi pada tanggal 29 September 2025 bertempat di Hotel New Ayuda, Puncak Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh para Koordinator, Bidang Kerja, dan Lembaga Pimpinan Pusat FSP RTMM-SPSI, serta perwakilan dari beberapa Pimpinan Daerah, yaitu PD Banten, Jawa Barat, Jakarta, dan DIY. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat arah gerak organisasi sekaligus mempersiapkan estafet kepemimpinan yang berkarakter, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.https://finance.detik.com/industri/d-8138082/cukai-rokok-tak-naik-serikat-pekerja-petani-kirim-karangan-bunga-ke-purbaya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan tidak ada kenaikan cukai tembakau 2026. Keputusan ini disambut positif oleh pelaku industri dan petani.





Refleksi Kepemimpinan
Soeganda Priyatna, tokoh nasional FSP RTMM menjadi pembicara utama pada kegiatan ini. Beliau menyampaikan refleksi mendalam tentang arah kepemimpinan serikat pekerja ke depan. Didampingi oleh para MPO: Buyung Marizal, Poernomo, dan Ateng Ruchiyat, yang turut memberikan perspektif kritis dan konstruktif.
Dalam sesi reflektifnya, Soeganda mengajak peserta untuk merenungi sifat-sifat dasar masyarakat Indonesia menurut Mochtar Loebis. Loebis mengidentifikasi enam karakter utama: feodalistik, tidak rasional, kurang disiplin, tidak mandiri, kurang bertanggung jawab, dan suka menyalahkan orang lain. Karakter-karakter ini dianggap sebagai tantangan laten yang dapat memengaruhi kualitas kepemimpinan jika tidak disadari dan diatasi. Oleh karena itu, forum ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga ruang kontemplasi untuk membentuk pemimpin yang mampu melampaui karakter-karakter tersebut.
Melawan Arus

Sebagai antitesis dari sifat-sifat tersebut, para peserta forum diajak untuk membangun paradigma kepemimpinan baru yang demokratis, rasional, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan solutif. Kepemimpinan yang diharapkan adalah yang mampu berdiri di atas prinsip egaliter, berani mengambil keputusan berdasarkan analisis, konsisten dalam tindakan, serta mampu menjadi teladan dalam menghadapi tantangan organisasi. Transformasi karakter ini menjadi fondasi penting dalam membentuk pemimpin serikat pekerja yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga berintegritas dan berjiwa kebangsaan.http://FSP RTMM-SPSI di Garda Depan Pembatalan UU Tapera: Dari Aksi Jalanan hingga Kemenangan Konstitusional https://www.serikatpekerjartmm.com/fsp-rtmm-spsi-di-garda-depan-pembatalan-uu-tapera-dari-aksi-jalanan-hingga-kemenangan-konstitusional/ Dalam putusan perkara utama Nomor 96/PUU-XXI/2024, MK menyatakan bahwa UU Tapera bertentangan dengan UUD 1945. Ini adalah bukti bahwa perjuangan yang dilakukan secara kolektif, konsisten dan konstitusional dapat menghasilkan perubahan nyata!!!
Forum Konsolidasi ini menjadi titik awal penting dalam perjalanan menuju MUNAS VII, di mana estafet kepemimpinan akan ditentukan. Dengan refleksi mendalam terhadap karakter bangsa dan dorongan untuk membangun antitesisnya, FSP RTMM-SPSI menunjukkan komitmen untuk terus berkembang sebagai organisasi yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada kemajuan pekerja. Kepemimpinan yang lahir dari proses reflektif ini diharapkan mampu membawa organisasi menuju masa depan yang lebih inklusif dan berdaya saing.







Comments 1