Kudus, 16 Agustus 2025 — Dalam upaya memperkuat arah kebijakan ketenagakerjaan nasional, Kantor PPRK Kudus menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan implementasi Program Prioritas Tahun 2025. Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran organisasi ketenagakerjaan dari tingkat Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Daerah (PD), Pimpinan Cabang (PC), hingga Pimpinan Unit Kerja (PUK) se-Jawa Tengah. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.https://www.instagram.com/reel/DEU3NCUyv6U/?igsh=MWhsbzZ6bjhrMmZqMg==

Diskusi Implementasi Program Prioritas
Kegiatan implementasi Program Prioritas Tahun 2025 yang digelar di Kantor PPRK Kudus, diskusi dipandu oleh Andreas Hua, Wakil Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI, yang bertindak sebagai moderator. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang strategis, yaitu Ujang Romli (Bidang Pendidikan), Hendri Wardhana (Bidang Hukum), Arif Rahman (Bidang Litbang IT), dan Ade Hendrawan (Lembaga Media Komunikasi Informasi/LMKI). Para narasumber menyampaikan pandangan dan analisis mendalam terkait dinamika ketenagakerjaan di Jawa Tengah, termasuk tantangan yang dihadapi pekerja di sektor industri, serta pentingnya peningkatan kapasitas organisasi dalam merespons perubahan regulasi dan teknologi.
Selain membahas isu-isu aktual, forum ini juga dimanfaatkan oleh Pimpinan Pusat FSP RTMM-SPSI untuk menyampaikan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) IV yang telah dilaksanakan sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut, Andreas Hua menegaskan kembali pentingnya komitmen kolektif dalam menjalankan hasil-hasil keputusan organisasi. Ia mengingatkan bahwa implementasi program tidak hanya menjadi tanggung jawab Pimpinan Pusat, tetapi juga harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran, mulai dari Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, hingga Pimpinan Unit Kerja. Penegasan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan gerakan ketenagakerjaan sangat bergantung pada kesatuan langkah dan keseriusan dalam menjalankan mandat organisasi di semua lini.






Dinamika Informasi Ketenagakerjaan
Diskusi yang berlangsung menyoroti berbagai dinamika informasi ketenagakerjaan, termasuk perubahan regulasi, kondisi hubungan industrial, serta dampak transformasi digital terhadap sektor tenaga kerja. Para peserta aktif menyampaikan aspirasi dan masukan dari wilayah masing-masing, memperkaya pemetaan isu dan kebutuhan riil di lapangan. Isu-isu seperti fleksibilitas kerja, perlindungan hak pekerja, dan peningkatan kesejahteraan menjadi fokus utama dalam pembahasan.https://www.serikatpekerjartmm.com/forum-diskusi-implementasi-program-prioritas-2025-fsp-rtmm-spsi-menyatukan-langkah-menguatkan-organisasi/

Harapan besar disampaikan terhadap perbaikan iklim ketenagakerjaan di Jawa Tengah dan Indonesia secara umum. Para pimpinan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, adil, dan berkelanjutan, serta mendorong kebijakan yang berpihak pada perlindungan hak-hak pekerja. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan advokasi juga menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan global dan menjaga daya saing tenaga kerja nasional.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi FSP RTMM-SPSI dalam menjalankan peran strategisnya di bidang ketenagakerjaan. Dengan semangat kebersamaan dan visi yang terarah, implementasi Program Prioritas Tahun 2025 diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi pekerja di Jawa Tengah, tetapi juga bagi pembangunan ketenagakerjaan nasional secara keseluruhan.







