Jakarta — Dalam rangka memperkuat sinergi antara kebijakan ekonomi nasional dan peran aktif dunia ketenagakerjaan, perwakilan dari Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP RTMM-SPSI) turut hadir dalam acara Great Lecture: Transformasi Ekonomi Nasional – Pertumbuhan yang Inklusif Menuju 8 Persen, yang diselenggarakan pada Kamis, 11 September 2025 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta. Kegiatan ini dirancang sebagai forum reflektif dan terbuka untuk membahas arah kebijakan ekonomi nasional di atas 5% menuju 6–8% pada periode mendatang. Hadir sebagai keynote speaker, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, Ph.D., memaparkan strategi dan optimisme pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. https://www.instagram.com/share/reel/BAMkxqNmhH

Optimisme Menkeu Baru
Dalam forum ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, sejalan dengan visi Presiden Prabowo. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara sektor negara dan swasta, yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Dengan kekuatan konsumsi domestik yang besar dan strategi “mesin ganda”, Purbaya yakin pertumbuhan ekonomi 6–6,5 persen dalam waktu dekat sangat realistis. Ia juga menyoroti perlunya akselerasi belanja pemerintah, penempatan dana dari BI ke perbankan, serta harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter untuk mendorong kredit dan investasi.
Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus inklusif dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk UMKM, petani, dan buruh. Ia menggarisbawahi pentingnya reformasi pajak berbasis data, belanja negara yang produktif, serta kepastian regulasi untuk mendukung hilirisasi dan investasi. Tantangan seperti likuiditas yang kering dan ketimpangan wilayah diatasi melalui injeksi fiskal dan koordinasi pusat-daerah. Dengan pendekatan yang realistis dan transparan, ia mengajak publik untuk turut mengawal kinerja fiskal agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dalam kesejahteraan masyarakat.

Komitmen PP FSP RTMM-SPSI
PP FSP RTMM-SPSI terus menunjukkan komitmen maksimal dalam memperjuangkan regulasi nasional yang berpihak kepada pekerja. Khususnya di sektor rokok, tembakau, makanan, dan minuman. Salah satu strategi yang konsisten dilakukan adalah dengan aktif mengikuti berbagai forum kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan tingkat nasional. Keterlibatan ini menjadi ruang penting bagi serikat pekerja untuk menyuarakan aspirasi buruh secara langsung kepada para pengambil kebijakan. Melalui partisipasi aktif ini, FSP RTMM-SPSI berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Salah satu bentuk nyata dari partisipasi tersebut adalah kehadiran PP FSP RTMM-SPSI dalam forum ini. Dalam forum strategis ini, FSP RTMM-SPSI diwakili oleh Iyus Ruslan (Sekum), Ujang Romli (Kabid Pendidikan), Harjono (Kabid Ltbang IT), TB Didi Aswadi (Sekbid Organisasi), dan Hendry Wardhana (Sekbid Hukum). Kehadiran PP FSP RTMM-SPSI mencerminkan keseriusan organisasi dalam mengikuti perkembangan arah kebijakan ekonomi nasional serta memperjuangkan agar pekerja sektor makanan, minuman, dan rokok tembakau—yang merupakan bagian penting dari struktur ekonomi nasional—mendapat perhatian yang layak dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah. https://www.serikatpekerjartmm.com/cukai-melejit-industri-rokok-menjerit-suara-pekerja-dari-balik-regulasi/







