Yogyakarta, 9 Desember 2025 – Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) resmi menggelar Musyawarah Nasional (MUNAS) VII di The Rich Hotel Yogyakarta. Agenda nasional ini mengusung tema besar.
“Demokrasi RTMM Mewujudkan Pemimpin yang Cerdas, Visioner, Efektif, dan Bertanggungjawab.”
Tema ini mencerminkan komitmen organisasi untuk memperkuat kepemimpinan serikat pekerja yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota di tengah dinamika ketenagakerjaan nasional.

Kehadiran Tokoh Nasional dan Daerah
MUNAS VII FSP RTMM-SPSI mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, yang tercermin dari kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen bersama untuk memperkuat peran strategis serikat pekerja dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan produktif. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi FSP RTMM-SPSI untuk terus beradaptasi dengan dinamika industri dan tantangan global.
Di antara tokoh yang hadir, terdapat nama-nama penting seperti Prof. Yasierli, Menteri Tenaga Kerja RI, yang membuka acara dengan pesan inspiratif tentang inklusivitas dan kolaborasi dalam dunia kerja. Hadir pula Danang Maharsa, SE, Wakil Bupati Sleman, serta pimpinan lembaga terkait seperti Rudi Susanto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan DIY, dan Ariyanto Wibowo, Kepala Dinas Tenagakerja & Transmigrasi DIY. Dari unsur serikat pekerja, dukungan mengalir melalui kehadiran Jumhur Hidayat, Ketua Umum DPP KSPSI, Sudarto AS, Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI, dan Waljid Budi Lestarianto, Ketua DPD KSPSI DIY.
Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa FSP RTMM-SPSI bukan hanya organisasi yang memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga mitra strategis dalam membangun hubungan industrial yang harmonis. Sinergi antara pemerintah, serikat pekerja, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan ini, MUNAS VII diharapkan mampu melahirkan kebijakan dan kepemimpinan baru yang visioner, efektif, dan bertanggung jawab. https://www.youtube.com/live/3bibCbrt98k?si=9DKk3IWtt_IKTJlC

Agenda MUNAS VII FSP RTMM-SPSI
Agenda utama MUNAS VII FSP RTMM-SPSI menjadi fondasi penting dalam menentukan arah organisasi ke depan. Tiga agenda pokok yang disepakati mencerminkan komitmen organisasi untuk terus beradaptasi dengan dinamika ketenagakerjaan yang semakin kompleks. Setiap agenda dirancang tidak hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran serikat pekerja dalam menghadapi tantangan global.
Agenda pertama adalah penyampaian Laporan Pertanggungjawaban PP FSP RTMM-SPSI Periode 2020–2025. Hal ini menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas organisasi kepada seluruh anggota. Melalui laporan ini, organisasi menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan baik, sekaligus mengevaluasi capaian dan tantangan yang dihadapi selama lima tahun terakhir. Proses ini menjadi pijakan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif ke depan. Agenda kedua adalah evaluasi dan penetapan perubahan aturan organisasi. Langkah ini sangat penting agar regulasi internal tetap relevan dengan kebutuhan dan dinamika ketenagakerjaan modern. Perubahan aturan diharapkan mampu menjawab tantangan era digital, globalisasi, dan transformasi industri, sehingga organisasi dapat lebih adaptif dan progresif dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
Agenda ketiga adalah pemilihan Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI Periode 2025–2030. Proses demokrasi ini menjadi momentum untuk melahirkan kepemimpinan baru yang visioner, efektif, dan bertanggung jawab. Pemimpin yang terpilih diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih maju, memperkuat solidaritas antaranggota, dan memastikan kesejahteraan pekerja tetap menjadi prioritas utama. Dengan tiga agenda ini, MUNAS VII bukan hanya sekadar forum musyawarah, tetapi tonggak sejarah untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh anggota.
Tema yang diusung bukan sekadar slogan, tetapi refleksi nyata untuk menghadirkan pemimpin yang cerdas secara intelektual, visioner dalam strategi, efektif dalam pelaksanaan, dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan pekerja serta masyarakat luas.
Apresiasi Menaker dan Penutup Bermakna

Acara MUNAS VII FSP RTMM-SPSI dibuka secara resmi oleh Menteri Tenaga Kerja RI, Prof. Yasierli, yang dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi organisasi dalam menjalankan amanah dan memberikan dampak positif bagi anggota serta masyarakat luas. Beliau menekankan bahwa di tengah tantangan global dan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, adaptif, dan kolaboratif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, serikat pekerja, dan pelaku usaha adalah kunci untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan produktif.
Sebagai penutup, MUNAS VII menghadirkan momen penuh makna melalui santunan anak yatim, yang menjadi simbol rasa syukur dan kepedulian sosial organisasi terhadap sesama. Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh FSP RTMM-SPSI, tetapi juga memperkuat citra organisasi sebagai entitas yang tidak hanya berfokus pada kepentingan internal, melainkan turut berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan ini, MUNAS VII diharapkan menjadi tonggak lahirnya kepemimpinan baru yang visioner dan berintegritas.










