Kritikal Organisasi & Regenerasi

Organisasi berasal dari kata Organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Definisi organisasi telah banyak dikemukakan oleh para ahli baik dari dalam maupun luar negeri. Secara garis besar pengertian dan definisi organisasi adalah suatu kelompok terdiri atas dua atau lebih orang yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu secara bersama.Organisasi yang merupakan wadah beberapa orang dan/atau sekelompok orang (ada yang memimpin dan ada yang dipimpin) guna mencapai tujuan bersama memalui kerjasama.

Tujuan Organisasi
Beberapa tujuan dalam organisasi pada umumnya adalah:

UNTUK MENDAPATKAN MANFAAT YANG KOMPETITIFManfaat kompetitif dimaksudkan bahwa dalam organisasi setiap orang/anggota boleh terus tumbuh dan mengembangkan kompetensinya serta kemudian kompetensi ini bersaing dengan kompetensi-kompetensi dari orang/anggota lain demi sebesar-besarnya pencapaian tujuan berorganisasi yang efektif dan efisien.  
MELIHAT POTENSIOrganisasi menciptakan peluang bagi semua orang/anggota untuk terlibat dan memberikan kontribusinya bagi pencapaian tujuan organisasi. Dengan cara ini, potensi per individu (anggota) dapat dilihat untuk selanjutnya diikuti oleh pengembangan potensi-potensi tersebut sesuai dengan visi misi organisasi. Potensi tersebut dapat berupa ide-ide kreatif, penggunaan sarana prasarana, adaptif terhadap  kondisi dan kebutuhan organisasi serta perkembangan pengetahuan dan teknologi serta hal-hal lainnya.

MENGELOLA PERBEDAANSebagai kumpulan berbagai individu, baik sebagai pengurus maupun anggota, tentu ada berbagai macam perbedaan karena setiap individu unik dan berbeda satu sama lain. Kemampuan mengelola perbedaan akan amat berguna bagi penguatan eksistensi dan upaya mewujudkan tujuan organisasi. Perbedaan, seperti ras, gender, dan etnis dalam organisasi harusnya menjadi “kekayaan”; bukan menjadi “halangan” bagi penguatan organisasi atau bukan menjadi “penghancuran/pembubaran” organisasi.
MENINGKATKAN EFESIENSIKehadiran banyak orang dalam organisasi harus diupayakan untuk menhadilkan pola-pola yang efektif untuk mendapatkan efisiensi. Persoalan yang tidak mudah karena walaupun berada di organisasi yang sama, masing-masing orang punya kepentingan yang berbeda dan seringkali menjadi “rinangan” atau bahkan “beban” bagi organisasi.

MENINGKATKAN INOVASISetiap orang (pengurus dan/atau anggota) dalam organisasi memiliki kesempatan yang sama dan harus bersaing secara sehat. Hal ini akan mendorong munculnya inovasi-inovasi dari dalam organisasi yang harus pula dikelola dengan baik.  


Manfaat Organisasi
organisasi memiliki beberapa manfaat:

Teratasinya keterbatasan untuk mencapai tujuan karena ditanggung bersama anggota organisasi.

Tersedianya wadah (tempat) berorganisasi.

Tersedianya wadah berkomunikasi intern dan ekstern organisasi.

Mensinergikan anggota organisasi.

Mendapatkan legitimasi hukum organisasi formal.

Suara organisasi lebih diperhatikan daripada suara pribadi.  
Memenuhi kebutuhan sebagai pemimpin bagi yang ingin berkuasa.


Unsur-unsur Organisasi
tiga unsur organisasi secara sederhana, yakni:

MAN(ORANG-ORANG)Unsur pokok dalam organisasi adalah orang, baik sebagai pengurus maupun anggota yang memilki peran dan fungsinya masing-masing. Kehadiran orang-orang dalam organisasi juga mnejadi sumber daya yang sering disebut sebagai man power. Man power yang baik akan mendukung organisasi mencapai tujuan-tujuannya.

KERJASAMASebagai wadah berkumpulnya banyak orang, supaya tetap eksis dan memberi manfaat, suatu oraganisasi membutuhkan kerjasama semua orang didalamnya. Organisasi tidak bisa mengandalkan individu tapi partisipasi banyak orang yang saling memberikan kontribusinya. Kerjasama ini dipagari oleh berbagai kesepatakan atau keputusan yang dibuat bersama juga.   
TUJUAN BERSAMAOrganisasi akan tetap ada dan berdaya guna apabila meiliki tujuan yang ditetapkan bersama; bukan ketetapan Ketua atau Pengurus tertentu tapi secara bersama-sama. Bila tidak demikian organisasi akan terserai-berai karena masing-masing mempunyai kepentingan dan tujuannya sendiri. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (polig), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.

Regenerasi

Regenerasi menjadi sebuah kewajiban organisasi agar bisa menjalankan tujuannya dari waktu ke waktu. Pentingnya organisasi melakukan regenerasi adalah untuk pengkaderan anggota agar organisasi memiliki anggota yang berkualitas setiap waktunya. Apabila anggota yang baru memiliki kualitas yang baik, maka organisasi bisa cepat bertumbuh dan dapat berkembang dengan pesat untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa adanya anggota yang berkualitas, organisasi tentunya tidak akan berjalan dengan baik.  Berjalannya regenerasi organisasi juga menandakan bahwa organisasi berjalan dengan sehat. Ini karena salah satu indikator sehatnya organisasi adalah ketika organisasi mengalami masa peralihan dari generasi ke generasi. Ketika organisasi sedang melewati masa peralihan, organisasi bisa berjalan seperti kondisi sebelumnya dan bahkan bisa lebih baik dari sebelumnya. Maka dari itu, regenerasi dapat didefinisikan sebagai perpindahan tongkat estafet dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini adalah suatu cara untuk mempertahankan eksistensi organisasi.

Pada generasi barulah masa depan organisasi selanjutnya diletakkan. Proses pembentukan generasi baru ini diharapkan mampu menghasilkan generasi ideal, generasi yang sesuai dengan cita-cita sesuai dengan kondisi zamannya. Kunci sukses dalam menjalankan regenerasi.

MERANGKUL GENERASI MUDAProses regenerasi dalam organisasi harus dimulai dengan merangkul generasi muda untuk terlibat dalam setiap aktivitas maupun perencanaan organisasi. Dengan melibatkan generasi muda maka kesinambungan organisasi di masa mendatang dapat dianggap terus berjalan ke arah yang makin baik sesuai dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi organisasi. Transfer ilmu dan kompetensi berorganisasi hanya dapat dilakukan dengan cara ini. Dan generasi muda dipeersiapkan mulai dengan model kaderisasi dan pemberdayaan.
MEMBERIKAN KESEMPATAN BERKARYASelain berperan aktif dalam mewujudkan visi misi dan operasional organisasi, para pemimpin saat ini harus melakukan proses pembaharuan yang berkesinambungan. Salah satunya adalah memberi kesempatan “berkarya” dalam organisasi bagi generasi muda.   Proses pembaharuan dalam suatu organisasi tidak hanya terjadi pada pengalihan tugas dari generasi tua ke generasi muda, tetapi juga melibatkan transfer pengetahuan dan pengalaman dengan memberi kesempatan yang cukup bagi generasi muda untuk berkiprah dalam organisasi.  
PEMBERDAYAANMempersiapkan generasi muda salah satunya adalah dalam bentuk pemberdayaan. Pemberdayaan dimaksud adalah melimpahkan sepenuhnya pengambilan kebijakan organisasi selalu dalam mekanisme proses prosedur kebersamaan(kolektif kolegial), selanjutnya dalam implementasi kebijakan tersebut dilimpahkan sepenuhnya pengambilan keputusan kepada masing-masing sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya.   Ini berbeda dengan delegasi, di mana delegasi adalah pelimpahan wewenang tanpa diikuti dengan pelimpahan tanggung jawab, sementara dalam empowerment diikuti dengan tanggung jawab.Dengan pemberdayaan pada generasi junior akan mendorong mereka untuk berani mengambil keputusan dan sebagai proses belajar mereka untuk menggantikan generasi senior di kemudian hari. 

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.